by administrator | Apr 27, 2026 | Kelas GPC, Laporan
Di kelas keempat Game Programming Class, game buatan anak-anak mulai naik level lagi. Kalau sebelumnya mereka sudah punya karakter, level, jurang, koin, dan skor, kali ini kami menambahkan satu hal penting yang bikin permainan terasa lebih lengkap: nyawa dan Game Over.
Target kelas ini adalah membuat sistem lives, jadi karakter tidak langsung selesai total saat gagal satu kali. Setiap kali pemain jatuh atau terkena kondisi kalah, jumlah nyawanya berkurang. Lalu kalau nyawanya habis, game akan menampilkan kondisi Game Over. Ini langkah yang cukup penting, karena dari sini game mereka mulai punya rasa tantangan yang lebih nyata. Pemain tidak cuma sekadar main, tapi juga harus lebih hati-hati karena sekarang ada konsekuensinya.
Secara umum, anak-anak bekerja dengan baik dan berhasil menyelesaikan target kelas ini. Sebagian besar mengikuti lesson plan sesuai alur kelas, yaitu menampilkan teks sederhana di layar untuk menunjukkan bahwa permainan sudah selesai ketika nyawa habis. Pendekatan ini memang pas untuk tahap sekarang, karena yang paling penting adalah logikanya jalan dulu: nyawa berkurang, lalu kalau habis muncul tanda bahwa game selesai.
Yang menarik, ada juga beberapa anak yang mencoba lebih jauh. Mereka memakai aset gratis untuk membuat tampilan Game Over scene yang lebih serius dan lebih mirip game sungguhan. Ini memang sedikit lebih advanced dibanding target dasar kelas, tapi justru menyenangkan melihat ada yang mulai penasaran dan berani eksplor lebih jauh. Selama fondasi utamanya tetap paham, eksperimen seperti ini justru bagus.
Buat saya, kelas keempat ini salah satu titik yang cukup terasa perubahannya. Setelah ada sistem lives dan Game Over, game mereka sudah tidak terasa seperti kumpulan fitur yang berdiri sendiri. Sekarang semuanya mulai saling terhubung. Karakter bergerak, level punya tantangan, ada item untuk dikumpulkan, skor bertambah, dan sekarang pemain juga bisa benar-benar kalah. Rasanya sudah jauh lebih dekat ke bentuk game yang utuh.
Yang juga enak dilihat adalah bagaimana anak-anak mulai makin terbiasa dengan alur berpikir dalam membuat game. Mereka tidak cuma menaruh objek di layar, tapi mulai paham bahwa sebuah game berjalan karena ada aturan yang saling berhubungan. Kalau ini terjadi, maka nilai berkurang. Kalau nilainya habis, maka tampil kondisi akhir. Pola pikir seperti ini memang pelan-pelan, tapi sangat penting.
Secara keseluruhan, kelas keempat berjalan dengan baik. Anak-anak tetap semangat, tetap mau mencoba, dan hasil akhirnya jelas terlihat. Ada yang hasilnya sederhana tapi rapi, ada juga yang mulai menambahkan sentuhan lebih kreatif. Dua-duanya sama bagusnya, karena yang paling penting adalah mereka paham apa yang sedang mereka bangun.
Walaupun sudah memasuki kelas keempat, pendaftaran masih berlangsung! Kalau mau bergabung, silahkan Daftar GPC 2026.
by administrator | Apr 20, 2026 | Kelas GPC, Laporan
Di kelas ketiga Game Programming Class, game buatan anak-anak mulai terasa makin seru. Kalau di kelas pertama mereka membuat karakter yang bisa bergerak dan melompat, lalu di kelas kedua membangun level dengan tantangan jatuh dan restart, kali ini fokusnya ada di elemen yang bikin pemain punya tujuan tambahan saat bermain: koin dan skor.
Target kelas ini adalah menambahkan item yang bisa dikumpulkan, lalu membuat skor bertambah setiap kali item itu diambil. Selain itu, skor juga ditampilkan di layar supaya pemain bisa langsung melihat hasilnya saat bermain. Jadi sekarang game mereka bukan cuma soal bergerak dari satu platform ke platform lain, tapi juga mulai punya sistem reward yang jelas.
Secara umum, anak-anak bekerja dengan baik dan tetap semangat mengikuti prosesnya. Menambahkan skor ternyata cukup menarik buat mereka, karena hasilnya langsung kelihatan. Begitu karakter menyentuh koin lalu angkanya berubah, mereka bisa langsung merasakan bahwa game mereka makin mirip game sungguhan.
Tentu saja, seperti biasa, tetap ada bagian-bagian kecil yang jadi bahan belajar. Salah satunya, beberapa anak sempat menaruh teks skor di layer yang kurang tepat, jadi tulisannya tidak tetap diam di layar dan malah ikut bergeser mengikuti area permainan. Ini justru jadi momen yang bagus, karena mereka jadi belajar bahwa bukan cuma objek dan event yang penting, tapi juga penempatan elemen di layar. Hal-hal kecil seperti ini memang sering baru terasa setelah game dijalankan.
Yang menyenangkan, walaupun ada tantangan seperti itu, anak-anak tetap berhasil menyelesaikan target kelas ketiga. Koinnya berfungsi, skor bisa bertambah, dan mereka mulai melihat bahwa game tidak hanya dibangun dari karakter dan level, tapi juga dari sistem yang memberi feedback ke pemain.
Buat saya, kelas ini penting karena anak-anak mulai paham bahwa game yang menarik biasanya punya sesuatu untuk dikejar. Entah itu poin, item, atau target tertentu, semua itu membuat pemain lebih ingin terus maju. Secara keseluruhan, kelas ketiga berjalan baik. Progresnya kelihatan jelas, hasilnya bisa langsung dicoba, dan setiap anak pulang dengan game yang terasa lebih hidup dibanding minggu-minggu sebelumnya.
Walaupun sudah memasuki kelas ketiga, pendaftaran masih berlangsung! Kalau mau bergabung, silahkan Daftar GPC 2026.
by administrator | Apr 13, 2026 | Kelas GPC, Laporan
Setelah sesi pertama fokus ke karakter yang bisa bergerak dan melompat, di kelas kedua ini kami mulai masuk ke bagian yang bikin game terasa lebih “jadi”. Anak-anak mulai membangun level yang lebih lengkap, bukan cuma sekadar tempat buat jalan dan lompat.
Di sesi ini, target kami adalah membuat level sederhana dengan celah atau jurang, lalu menambahkan aturan kalah kalau karakter jatuh. Jadi kalau pemain jatuh terlalu jauh ke bawah, game akan otomatis mengulang level. Kelihatannya sederhana, tapi justru di sini mulai terasa bagaimana sebuah game dibangun dari aturan-aturan kecil yang saling nyambung.
Yang paling terasa di kelas kali ini adalah semangat mereka. Semua anak benar-benar kerja keras untuk menyusun platform, mencoba lompatan, mengecek apakah jaraknya masuk akal, lalu memastikan sistem restart-nya jalan dengan benar. Ada yang harus tes berkali-kali karena karakternya jatuh di tempat yang tidak direncanakan, ada juga yang mulai sadar kalau desain level itu bukan cuma soal menaruh platform sebanyak-banyaknya, tapi juga soal membuat tantangan yang tetap seru dan masuk akal.
Serunya lagi, begitu aturan jatuh dan restart sudah berfungsi, game mereka langsung naik level. Dari yang tadinya terasa seperti latihan gerak dasar, sekarang sudah mulai terasa seperti game platformer sungguhan. Sudah ada risiko, sudah ada tantangan, dan pemain tidak bisa asal jalan terus.
Di titik ini anak-anak mulai melihat bahwa membuat game bukan hanya soal karakter yang bisa bergerak, tapi juga soal menyusun pengalaman bermain. Mereka mulai belajar bahwa posisi platform, tinggi lompatan, dan area jatuh itu semua memengaruhi bagaimana game terasa saat dimainkan.
Secara umum, sesi kedua berjalan sangat baik. Anak-anak tetap fokus, tetap mau mencoba lagi saat ada yang belum pas, dan hasil akhirnya rapi. Semua berhasil menyelesaikan apa yang memang menjadi target pertemuan ini, dan itu patut diapresiasi.
Walaupun sudah memasuki kelas kedua, pendaftaran masih berlangsung! Kalau mau bergabung, silahkan Daftar GPC 2026.
by administrator | Apr 6, 2026 | Kelas GPC, Laporan
Di sesi perdana Game Programming Class ini, anak-anak mulai dari dasar: kenalan dulu dengan tampilan GDevelop, lalu lanjut membuat karakter yang bisa bergerak dan melompat di atas platform. Target sesi pertama sebenarnya sederhana, tapi tetap penting: pulang dengan game kecil yang sudah bisa dimainkan.
Dan kabar baiknya, semua siswa berhasil menyelesaikan target sesi pertama.
Buat saya, ini penting. Di kelas anak, rasa “aku berhasil bikin sesuatu” itu besar sekali pengaruhnya. Begitu mereka lihat karakter di layar benar-benar bisa jalan dan lompat karena pengaturan yang mereka buat sendiri, suasananya langsung beda. Jadi bukan cuma lihat contoh, tapi memang sudah mulai membangun game mereka sendiri.
Yang juga menarik, anak-anak mulai berani eksplor. Ada yang mencoba utak-atik posisi platform, ada yang penasaran kenapa karakter bisa jatuh, dan ada juga yang langsung minta kontrol diganti ke WASD. Permintaan terakhir ini seru juga, karena artinya mereka sudah mulai berpikir soal kenyamanan main, bukan sekadar mengikuti instruksi. Untungnya pengaturannya bisa disesuaikan, jadi sekalian jadi momen bagus untuk menunjukkan bahwa game itu memang bisa diubah sesuai kebutuhan pemain.
Secara umum, sesi pertama ini berjalan lancar. Anak-anak bisa mengikuti alur dengan baik, tetap fokus, dan yang paling penting, mereka pulang dengan hasil yang jelas. Bagi orang tua, ini juga enak dilihat karena progresnya langsung kelihatan dari pertemuan pertama.
Ke depan, tantangannya tentu akan naik sedikit demi sedikit. Setelah ini, game mereka tidak cuma punya karakter yang bergerak, tapi juga akan mulai punya level, tantangan, skor, musuh, dan tujuan yang lebih jelas. Jadi fondasinya memang kami bangun pelan-pelan, tapi tetap dengan hasil yang bisa dinikmati setiap minggu.
Senang lihat start pertama Game Programming Class ini bagus. Semoga anak-anak tetap semangat di sesi berikutnya, dan pelan-pelan game mereka makin terasa seperti game sungguhan.
Pendaftaran masih berlangsung! Kalau mau bergabung, silahkan Daftar GPC 2026.
by administrator | Mar 29, 2026 | Kelas GPC

by administrator | Nov 26, 2025 | Kelas DPSD
Rekap Kelas: Poles Final Project dan Kolaborasi
Minggu lalu kami fokus memoles final project. Suasananya produktif dan hangat. Beberapa siswa sudah menyelesaikan proyeknya lebih awal, lalu beralih menjadi “asisten” untuk membantu tim yang masih menemui kendala. Mereka membantu mengurai bug, merapikan alur logika, dan memberi saran UI sederhana agar proyek teman-teman lebih mudah dimainkan.
Pendampingan seperti ini membuat kelas terasa kolaboratif. Anak tidak hanya membangun proyek sendiri, tetapi juga belajar memberi umpan balik, mendesain solusi, dan berkomunikasi dengan jelas. Nilai-nilai ini sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Menuju Hari Presentasi
Pekan depan adalah hari presentasi. Setiap tim menyiapkan:
-
Deskripsi singkat ide proyek.
-
Cara bermain dan tujuan permainan.
-
Di mana mereka menggunakan List dan My Blocks.
-
Satu pelajaran penting dari proses debugging.
Kami mendorong anak untuk tampil percaya diri. Presentasi menjadi momen untuk merayakan proses belajar, bukan hanya menunjukkan hasil akhir.
Setelah Presentasi
Setelah pekan depan, kelas akan libur singkat untuk menyambut masa liburan. Kami akan umumkan jadwal berikutnya melalui channel resmi. Terima kasih atas dukungan orang tua dan antusiasme anak-anak selama rangkaian kelas ini. Happy coding!
Siap Ikut Coding?
Ingin mendapat informasi batch berikutnya dan jadwal terbaru? Pantau situs dan media sosial kami. Jika membutuhkan bantuan atau ingin bertanya, silakan hubungi tim kami.