Menuju Hari Presentasi: Poles Final Project, Kolaborasi, dan Semangat Berbagi

Rekap Kelas: Poles Final Project dan Kolaborasi

Minggu lalu kami fokus memoles final project. Suasananya produktif dan hangat. Beberapa siswa sudah menyelesaikan proyeknya lebih awal, lalu beralih menjadi “asisten” untuk membantu tim yang masih menemui kendala. Mereka membantu mengurai bug, merapikan alur logika, dan memberi saran UI sederhana agar proyek teman-teman lebih mudah dimainkan.

Pendampingan seperti ini membuat kelas terasa kolaboratif. Anak tidak hanya membangun proyek sendiri, tetapi juga belajar memberi umpan balik, mendesain solusi, dan berkomunikasi dengan jelas. Nilai-nilai ini sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

Menuju Hari Presentasi

Pekan depan adalah hari presentasi. Setiap tim menyiapkan:

  • Deskripsi singkat ide proyek.

  • Cara bermain dan tujuan permainan.

  • Di mana mereka menggunakan List dan My Blocks.

  • Satu pelajaran penting dari proses debugging.

Kami mendorong anak untuk tampil percaya diri. Presentasi menjadi momen untuk merayakan proses belajar, bukan hanya menunjukkan hasil akhir.

Setelah Presentasi

Setelah pekan depan, kelas akan libur singkat untuk menyambut masa liburan. Kami akan umumkan jadwal berikutnya melalui channel resmi. Terima kasih atas dukungan orang tua dan antusiasme anak-anak selama rangkaian kelas ini. Happy coding!


Siap Ikut Coding?

Ingin mendapat informasi batch berikutnya dan jadwal terbaru? Pantau situs dan media sosial kami. Jika membutuhkan bantuan atau ingin bertanya, silakan hubungi tim kami.

Kelas Coding Anak: Main Kuis dengan List dan My Blocks

Cerita Kelas Minggu Lalu

Minggu lalu anak-anak masuk ke tahap yang lebih “serius”, tapi tetap fun. Kami kenalkan dua alat penting di Scratch: List dan My Blocks. Dari sini mereka mulai melihat bahwa game tidak cuma soal gerak dan tabrakan, tapi juga soal cara menyimpan dan mengelola data.

Supaya langsung kebayang, kami rakit sebuah game kuis sederhana. Semua pertanyaan dan jawaban disimpan di dalam List, lalu kami pakai My Blocks untuk menjalankan alur kuis dari awal sampai akhir.

Apa yang Anak Pelajari: List dan My Blocks

1. List: Tempat Simpan Data

Kami ajak anak menaruh:

  • List untuk Pertanyaan
  • List untuk JawabanBenar dan beberapa list untuk pilihan jawaban

Setiap soal punya nomor. Anak menaikkan nomor pertanyaan, lalu mengambil isi list berdasarkan nomor itu. Mereka lihat sendiri bahwa:

Ganti satu data di List, seluruh game ikut menyesuaikan.

Ini titik di mana mereka mulai paham konsep “data driven”.

2. My Blocks: Bikin Fungsi Sendiri

Setelah itu kami buat blok khusus untuk merapikan alur kuis, contohnya:

  • Blok untuk muat pertanyaan dan jawaban berdasarkan input nomor
  • Blok untuk tampilkan pilihan jawaban
  • Blok untuk cek jawaban pemain dan mengubah skor

Dengan cara ini, anak tidak lagi menyalin blok yang sama berulang kali. Mereka mulai menggunakan pola:

Ubah logika di satu My Block, seluruh game tetap rapi.

Beberapa kelompok sudah cukup nyaman memecah masalah jadi fungsi kecil. Ini langkah besar.

List dan My Blocks

Sekilas Tentang Proyek Kuis

Strukturnya kurang lebih seperti ini:

  • Naikkan nomor pertanyaan
  • Baca isi List sesuai nomor
  • Tampilkan ke pemain
  • Terima jawaban
  • Cek benar atau tidak
  • Ubah skor
  • Lanjut ke pertanyaan berikut sampai habis

Setiap kelompok boleh mengatur tema sendiri. Ada tema pengetahuan umum, ada yang soal game, ada juga yang ambil topik hewan.

Mulai Final Project

Di akhir sesi, kami mulai Final Project. Setiap siswa berpasangan (grup dua orang) dan mendapat tantangan:

  1. Membuat satu game atau pengalaman interaktif yang:
    • Menggunakan setidaknya satu List
    • Menggunakan setidaknya satu My Block
    • Memanfaatkan blok dan konsep yang sudah dipelajari di kelas ini
      (events/broadcast, loops, sensing, variables, operators, clones, dan lainnya yang sudah pernah muncul)
  2. Menulis ide, membagi tugas, dan mulai membuat kerangka:
    • Layar utama
    • Cara main
    • Sistem skor/nyawa atau objektif lain
    • Data yang disimpan dalam List
    • My Blocks yang membantu merapikan logika

Tujuannya sederhana dan jelas: anak tidak hanya menyalin contoh, tetapi benar-benar merancang sesuatu dari nol dengan alat yang sudah mereka kuasai.

Showcase Final: 30 November

Kami akan menutup rangkaian kelas dengan sesi showcase pada:

🗓 Minggu, 30 November
Setiap pasangan akan:

  • Menjelaskan ide game mereka
  • Menunjukkan cara main
  • Menyebutkan di mana mereka memakai List dan My Blocks
  • Cerita singkat tentang bug yang mereka temukan dan cara mereka memperbaikinya

Ini jadi momen untuk melatih kepercayaan diri, komunikasi, dan rasa kepemilikan terhadap karya sendiri.

Siap Ikut Coding?

Kalau orang tua ingin anak ikut merasakan pengalaman ini di batch berikutnya, pantau terus informasi pendaftarannya di situs dan media sosial kami.

Anak tidak hanya belajar coding, tapi juga belajar berpikir pelan tapi pasti, menyusun ide, bekerja sama, dan menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. Kelas baru akan dimulai tahun depan, dan kemungkinan tidak hanya dengan Scratch, lho!

Kelas Coding Anak: Serunya Belajar Sensing di Scratch

Cerita Singkat Kelas Minggu Lalu

Minggu kemarin di kelas coding anak kita fokus ke belajar Sensing di Scratch. Anak-anak langsung praktek membaca input pemain. Dua alat utama yang jelas dan gampang dirasa hasilnya di game:

  • touching [mouse-pointer] ? untuk cek apakah objek ketemu kursor
  • key [arrow keys] pressed ? untuk gerakin karakter pakai panah

Kami ajak mereka bikin mini game kejar kejaran. Karakter pemain kabur, para pengejar mencoba mendekat. Ketika pemain mengarahkan kursor ke lokasi tertentu, karakter merespons. Saat anak menekan panah kiri atau kanan, karakter bergerak cepat menghindar.

Yang Dibangun Di Proyek

  • Kontrol karakter dengan dua opsi. Ikuti pointer untuk gerak halus, atau gunakan panah untuk gerak tegas.
  • Deteksi tabrakan memakai touching [Sprite] ? dan demo konsep dengan touching [mouse-pointer] ?.
  • Sistem nyawa dan skor: nyawa berkurang saat kena. Skor bertambah selama bisa bertahan.
  • Restart rapi. Semua diatur dengan broadcast agar mulai ulang bersih.
Belajar Sensing di Scratch
Belajar Sensing di Scratch

Beberapa anak menambah efek kecil saat kena tabrak. Ada yang pasang indikator kedap kedip kebal selama satu detik. Hasilnya makin terasa seperti game beneran.

Kenapa Belajar Sensing di Scratch Penting

Sensing bikin game terasa hidup. Karakter tidak hanya jalan sendiri. Karakter merespons tindakan pemain. Anak jadi paham hubungan sebab akibat. Mereka melihat kalau satu kondisi memicu aksi tertentu. Ini jadi bekal penting untuk proyek yang lebih kompleks.

Catatan Kecil Dari Kelas

  • Arah gerak sempat kebalik di sumbu X dan Y pada beberapa proyek. Anak menemukan, memperbaiki, dan lanjut lagi.
  • HUD sederhana dengan ikon bola muncul di beberapa karya. Seru dilihat.

Minggu Depan

Kelas minggu depan akan masuk ke List dan My Blocks. Tujuannya menyusun data level List lalu membungkus perilaku ke fungsi buatan sendiri. Ini jadi start untuk final project kelas. Target pekan depan adalah kerangka menu, loop permainan, serta satu sistem data berbasis List atau satu set fungsi My Blocks.

Ajakannya

Orang tua yang ingin anak belajar logika sambil berkarya bisa ikut sesi berikutnya.
👉 Daftar sekarang di Daftar DPSD 2025
📲 Tanya cepat via WhatsApp: link atau live chat kami.

Kuota kami batasi agar pendampingan tetap fokus. Sampai ketemu Minggu sore.

Kelas Coding Anak Mendatang: Sensing

Minggu depan di kelas coding anak DPSD, kita masuk ke Sensing. Anak-anak akan belajar membaca input pemain lalu mengubah perilaku game secara real-time. Kita latih dua cara kontrol:

  1. Gerak pakai pointer dan cek <touching [mouse-pointer]?>
  2. Gerak pakai tombol dan cek <key [left/right/up/down] pressed?>

Targetnya jelas: Anak paham cara membaca kondisi, mengubah variabel, dan menjaga permainan tetap fair.

Latihan Utama: Hindari Monster

Anak akan membuat mini game menghindari monster. Pemain menggerakkan karakter mengikuti pointer, atau pakai tombol arah. Monster akan mengejar, menabrak, lalu mengurangi nyawa. Kita tambahkan timer dan skor agar permainan terasa menantang.

kelas coding anak: sensing

Komponen baru yang kita bangun:

  • Kontrol karakter: dengan pointer atau tombol
  • Deteksi tabrakan: <touching [Sprite v]?> untuk monster dan item.
  • TIngkat kesulitan: monster makin cepat seiring waktu

Satu catatan perangkat: kelas tetap nyaman di laptop atau tablet yang mendukung tap dan drag.

Kenapa Sensing itu kunci

Sensing membuat game terasa hidup. Karakter merespons tindakan pemain, musuh bereaksi, aturan berjalan konsisten. Anak dapat melihat hubungan sebab akibat, belajar logika kondisi, dan melatih fokus.

Detail Kelas

🗓 Minggu, 2 November, jam 4–6 sore (WITA)
🎯 Topik: Sensing, kontrol pointer dan keyboard, deteksi tabrakan
💻 Perangkat: laptop atau tablet (WiFi disediakan)

Pengen daftar kelas coding anak yang bikin game yang benar-benar merespons gerakan pemain:
👉 Daftar sekarang di Daftar DPSD 2025
📲 Tanya cepat via WhatsApp: https://wa.link/dd87cv

Kuota kami batasi agar pendampingan tetap fokus. Sampai ketemu Minggu sore.

Kelas Coding Anak: Operators, Variables, dan Trik Klon

Cerita Kelas Hari Ini

Kelas coding anak kemarin berjalan seru. Anak-anak langsung masuk ke topik Operators dan Variables lalu pakai kedua hal itu untuk bikin skor, timer, dan aturan permainan yang adil. Setelah itu saya mengenalkan konsep klon supaya mereka bisa membuat banyak “balon” tanpa ribet. Hasilnya, layar penuh aksi dan senyum.

Apa yang mereka kerjakan

  • Mengubah nilai score dan time dengan operasi tambah dan kurang sederhana.
  • Mengatur spawn balon menggunakan clones supaya objek muncul banyak, rapi, dan tidak menghambat permainan.
  • Menjaga permainan tetap fair, misalnya dengan jeda kecil, batas jumlah klon, dan kurva tingkat kesulitan yang pelan naik.

Beberapa anak memakai tablet dan tetap bisa mengikuti. Tap terasa natural saat mengejar balon di layar.

Kenapa topik ini penting

Operators dan Variables memberi “otak” pada permainan. Klon membantu menampilkan banyak objek tanpa menyalin kode berulang. Tiga hal ini membentuk pondasi yang kuat. Anak bisa memikirkan sistem, bukan sekadar satu gerakan.

Momen seru di kelas

  • Ada yang membuat balon bergerak jadi harus dikejar.
  • Ada yang mengatur jeda spawn balon makin singkat setelah beberapa detik.
  • Ada yang menambahkan efek kecil saat tap, balon “meletus” dan langsung memicu dorongan untuk mengejar yang berikutnya.

Rencana ke depan

Di pertemuan berikutnya, anak akan merapikan game menu, pause, dan peningkatan kesulitan yang lebih halus. Kita juga akan mengulangi lagi tentang klon agar manajemennya lebih efisien. Tablet tetap aman, tapi kita tetap dorong kerapian logika dulu.

Kalau orang tua mencari kelas coding anak yang fun, terarah, dan mendorong anak untuk berpikir sistem, kelas ini cocok.
👉 Daftar di Daftar DPSD 2025
📲 Tanya cepat via WhatsApp: 0818-493149 (WA ONLY)

Tempat terbatas agar pendampingan tetap fokus. Sampai jumpa di sesi berikutnya. Saatnya anak makin percaya diri, berpikir terstruktur, dan menikmati proses bikin game. 🚀

Kelas Coding DPSD Perdana: Sukses

Kelas coding anak perdana kita baru saja selesai dan, jujur, rasanya menyenangkan. Anak-anak langsung nyambung waktu dikenalkan ke konsep looping di Scratch mulai dari repeat sampai forever. Mereka bikin proyek sederhana “Sprites Greeting” (dua karakter saling sapa), tapi banyak yang langsung bereksperimen: tambah efek, ubah timing, bahkan ada yang bikin dialognya kocak.

Hasil kelas coding anak di mana kucing menyapa bebek,

Kenapa kita mulai dari loop? Karena ini “bumbu dasar” di dapur programming. Sekali paham, anak jadi lebih berani bikin pola gerak, animasi, bahkan mini game. Dan yang paling kami suka: mereka nggak takut salah. Kalau ada bug? Ya, coba lagi. Perbaiki lagi. Sampai jalan. 🙂

Apa yang Terjadi di Kelas?

  • Penjelasan singkat tentang dasar-dasar programming dan animasi menggunakan Scratch.
  • Penjelasan singkat tentang repeat dan forever dan kenapa perlu wait.
  • Proyek “Sprites Greeting” — latihan urutan, timing, dan dialog.
  • Sesi coba-coba bareng — mereka mainkan proyek teman, lalu kasih pujian dan saran.

Semua kegiatan dirancang ramah sentuh, agar peserta yang pakai tablet bisa ikut tanpa wajib keyboard.

Manfaat yang Terasa oleh Anak

Di kelas coding, anak belajar cara berpikir terstruktur: pecah masalah besar jadi langkah kecil, coba, evaluasi, ulangi. Bonusnya? Kreativitas terpancing. Mereka jadi terbiasa bereksperimen, bukan sekadar mengikuti instruksi.


Ayo Gabung Sesi Berikutnya: Minggu, 26 Oktober 2025 (16.00–18.00 WITA)

Di pertemuan berikutnya, kita masuk ke Operators & Variables. Bahasa mudahnya: anak akan belajar bikin skor, timer, dan aturan permainan yang adil. Ini langkah penting menuju game yang “berasa beneran”.

Detail kelas:

  • 🗓 Minggu, 26 Oktober 2025
  • 🕓 Pukul 16.00–18.00 WITA
  • 💻 Perangkat: laptop atau tablet (WiFi gratis)
  • 🎯 Target: anak 10–12 tahun, cocok untuk yang baru mulai atau sudah sempat coba Scratch

Cara daftar: tinggal klik tautan ini 👉 Daftar DPSD 2025.
Mau tanya-tanya dulu? Silakan WhatsApp kami di sini. Kuotanya memang terbatas supaya pendampingan tetap fokus.

FAQ Singkat

Apakah harus sudah bisa coding?
Tidak harus. Materi disusun bertahap, dan kelas perdana kemarin jadi “pemanasan” yang pas.

Kalau pakai tablet, bisa ikut semua kegiatan?
Bisa. Kita sediakan desain tombol besar dan kontrol tap, jadi anak yang memakai tablet tetap nyaman.

Anak dapat apa di akhir sesi?
Proyek Scratch yang bisa dibawa pulang, plus kebiasaan menguji dan memperbaiki yang merupakan skill penting, bukan cuma coding.


Kalau orang tua mencari kelas coding anak yang santai, seru, tapi tetap rapi langkah-langkahnya, silakan bergabung. Sampai ketemu Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 16.00–18.00 WITA. Yuk, kita bantu anak membangun rasa percaya diri lewat logika dan kreativitas. 🚀