Cerita Kelas Minggu Lalu

Minggu lalu anak-anak masuk ke tahap yang lebih “serius”, tapi tetap fun. Kami kenalkan dua alat penting di Scratch: List dan My Blocks. Dari sini mereka mulai melihat bahwa game tidak cuma soal gerak dan tabrakan, tapi juga soal cara menyimpan dan mengelola data.

Supaya langsung kebayang, kami rakit sebuah game kuis sederhana. Semua pertanyaan dan jawaban disimpan di dalam List, lalu kami pakai My Blocks untuk menjalankan alur kuis dari awal sampai akhir.

Apa yang Anak Pelajari: List dan My Blocks

1. List: Tempat Simpan Data

Kami ajak anak menaruh:

  • List untuk Pertanyaan
  • List untuk JawabanBenar dan beberapa list untuk pilihan jawaban

Setiap soal punya nomor. Anak menaikkan nomor pertanyaan, lalu mengambil isi list berdasarkan nomor itu. Mereka lihat sendiri bahwa:

Ganti satu data di List, seluruh game ikut menyesuaikan.

Ini titik di mana mereka mulai paham konsep “data driven”.

2. My Blocks: Bikin Fungsi Sendiri

Setelah itu kami buat blok khusus untuk merapikan alur kuis, contohnya:

  • Blok untuk muat pertanyaan dan jawaban berdasarkan input nomor
  • Blok untuk tampilkan pilihan jawaban
  • Blok untuk cek jawaban pemain dan mengubah skor

Dengan cara ini, anak tidak lagi menyalin blok yang sama berulang kali. Mereka mulai menggunakan pola:

Ubah logika di satu My Block, seluruh game tetap rapi.

Beberapa kelompok sudah cukup nyaman memecah masalah jadi fungsi kecil. Ini langkah besar.

List dan My Blocks

Sekilas Tentang Proyek Kuis

Strukturnya kurang lebih seperti ini:

  • Naikkan nomor pertanyaan
  • Baca isi List sesuai nomor
  • Tampilkan ke pemain
  • Terima jawaban
  • Cek benar atau tidak
  • Ubah skor
  • Lanjut ke pertanyaan berikut sampai habis

Setiap kelompok boleh mengatur tema sendiri. Ada tema pengetahuan umum, ada yang soal game, ada juga yang ambil topik hewan.

Mulai Final Project

Di akhir sesi, kami mulai Final Project. Setiap siswa berpasangan (grup dua orang) dan mendapat tantangan:

  1. Membuat satu game atau pengalaman interaktif yang:
    • Menggunakan setidaknya satu List
    • Menggunakan setidaknya satu My Block
    • Memanfaatkan blok dan konsep yang sudah dipelajari di kelas ini
      (events/broadcast, loops, sensing, variables, operators, clones, dan lainnya yang sudah pernah muncul)
  2. Menulis ide, membagi tugas, dan mulai membuat kerangka:
    • Layar utama
    • Cara main
    • Sistem skor/nyawa atau objektif lain
    • Data yang disimpan dalam List
    • My Blocks yang membantu merapikan logika

Tujuannya sederhana dan jelas: anak tidak hanya menyalin contoh, tetapi benar-benar merancang sesuatu dari nol dengan alat yang sudah mereka kuasai.

Showcase Final: 30 November

Kami akan menutup rangkaian kelas dengan sesi showcase pada:

🗓 Minggu, 30 November
Setiap pasangan akan:

  • Menjelaskan ide game mereka
  • Menunjukkan cara main
  • Menyebutkan di mana mereka memakai List dan My Blocks
  • Cerita singkat tentang bug yang mereka temukan dan cara mereka memperbaikinya

Ini jadi momen untuk melatih kepercayaan diri, komunikasi, dan rasa kepemilikan terhadap karya sendiri.

Siap Ikut Coding?

Kalau orang tua ingin anak ikut merasakan pengalaman ini di batch berikutnya, pantau terus informasi pendaftarannya di situs dan media sosial kami.

Anak tidak hanya belajar coding, tapi juga belajar berpikir pelan tapi pasti, menyusun ide, bekerja sama, dan menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. Kelas baru akan dimulai tahun depan, dan kemungkinan tidak hanya dengan Scratch, lho!